Jurnalis Papua melawan stigmatisasi

Oleh Arientha Primanita dari The Jakarta Post 

 

Catatan pertama tim WAN-IFRA MFC Indonesia yang turun ke Jayapura.

Jayapura, 31 Januari 2017

Hasil dari perbincangan kami dengan beberapa wartawan di Jayapura mengemukakan beberapa hal yang menarik. Salah satunya adalah “independensi jurnalis” yang bertugas di Papua. Kami mendapatkan informasi bahwa sebagai daerah yang rawan konflik, kondisi di Papua ternyata menciptakan semacam “pengotakan” di antara rekan-rekan jurnalis sendiri: ada yang dicap “pro-NKRI” dan ada juga yang dicap “pro-OPM”.
Netralitas merupakan suatu tantangan bagi jurnalis di Jayapura, selalu ada stigma kecenderungan mendukung kelompok tertentu setiap melakukan suatu peliputan atau penulisan berita.
Stigma ini pula yang kemudian bisa menjadi tantangan bagi jurnalis di Jayapura untuk memberi keseimbangan pada berita karena “cap” yang terlanjur diasosiasikan oleh arah berita yang sudah dibuat.
“Belum tentu juga orang asli Papua pro Kemerdekaan dan belum tentu warga pendatang pro NKRI,” ujar seorang wartawan senior yang sudah bertugas menjadi jurnalis di Jayapura selama belasan tahun.
“Wartawan sendiri sebenarnya yang menciptakan gap tersebut,” sambungnya.(*)
Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s